Jumat, 07 Januari 2011

Implementasi Teknologi Komunikasi


" Belajar menggunakan komputer lebih seperti belajar alat musik dibanding mengikuti intruksi bagaimana               menggunakan peralatan listrik seperti pemanggang roti." Charles Rubin, August 1983  

Salah satu dari dua topik utama dalam penelitian tentang tehnologi baru komunikasi adalah bagaimana inovasi teknologi ini diadopsi dan diterapkan oleh pengguna. Sedangkan topik yang satu lagi yaitu dampak dari teknologi masih diperdebatkan.
Implementasi teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi tersebut mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi. Semakin banyak pelayanan dan jaringan informasi yang dapat diakses oleh sebuah teknologi komunikasi, semakin banyak pula orang yang mengimplementasikannya.
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini :
1.            Ada yang sudah masuk pada tataran masyarakat informasi
2.            Ada yang sudah masuk pada tataran masyarakat industri
3.            Ada yang sudah masuk pada tataran masyarakat agraris
4.            Ada yang masih dalam kondisi masyarakat primitif.

Difusi inovasi


Teori Difusi inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan) melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepaada sekelompok anggota dari sistem sosial.
Sesuai dengan pemikiran Rogers, dalam proses difusi inovasi terbagi 4 (empat) elemen pokok, yaitu:
1.            Inovasi : gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subyektif menurut pandangan individu yang menerimanya. Karakter dari suatu inovasi, yang dirasa oleh anggota sistem sosial, menentukan tingkat adopsinya. Lima sifat dari inovasi tersebut adalah:  (1) relatifitas keuntungan, (2) kesesuaian, (3) kerumitan, (4) reliabilitas, dan (5) kebiasan diamati.
2.            Saluran komunikasi: 'alat' untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sember paling tidak perlu memperhatikan (a) tujuan diadakanyan komunikasi dan (b) karakteristik penerima.
3.            Jangka waktu: proses keputusan inovasi, dari mulai seseorang mengetahui sampai memutuskan untuk menerima atau menolaknya dan pengukuhan terhadap keputusan itu sangat berkaitan dengan dimensi waktu. Paling tidak dimensi waktu terlihat dalam (a) proses pengambilan keputusan inovasi, (b) keinovatifan seseorang: relatif lebih awal atau lambat dalam menerima inovasi, dan (c) kecepatan dalam pengapdopsian inovasi dalm sistem sosial.
4.            Sistem sosial: kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Impementasi sendiri secara harafiah berarti penerapan. Dalam prakteknya penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan ketrampilan mengoprasikan teknologi komunikasi tersebut.

PROSES IMPLEMENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI 

Merujuk pendapat Rogers, tentang proses adopsi inovasi maka proses implementasi tek.kombisa digambarkan sebagai berikut :
1.            Tahap pertama: Inisiasi, yaitu usaha mengumpulkan informasi tentang teknologi komunikasi, memahaminya dengan seksama dan merencanakan untuk mengadopsi. Tahap ini memeliki dua tingkat : - Agenda setting : munculnya ide untuk mengadopsi teknologi komunikasi.                                             - Matching : kecocokan tek komdengan kebutuhan dan kemampuan mengadopsi.
2.            Tahap kedua: Imlementasi yaitu seluruh kegiatan & aktifitas yang dilakukan untuk menggunakan teknologi komunikasi yang dirindukan. Tahap ini memiliki 3 tingkat :             
·                     Redefining, yaitu mengatur, menyusun & memodifikasi struktur lembaga/ mentalitas & kebiasaan individu untuk kererluan teknologi komunikasi
·                     Clarifying, yaitu meyakinkan pada anggota atau individu tentang seluk beluk teknologi komunikasi yang dimaksud.
·                     Routinizing, yaitu teknologi komunikasi sudah diketahui secara jelas dan menjadi bagian dari infrastruktur organisasi, atau pelengkap kehidupan sehari-hari.
Implementasi tek kom memaksa individu melakukan adaptasi agar melewati prosesnya dengan baik. Adaptasi tersebut adalah penyesuaian nilai-nilai yang dibawa teknologi komunikasi dengan kondisi sosio-kultural dimana individu tersebut tinggal.

KATEGORI ADAPTER 
 

Anggota sistem sosial dapat dibagi kedalam kelompok-kelompok adopter (penerima inovasi) sesuai dengan tingkat keinovativannya (kecepatan dalam menerima inovasi). Ganbaran tentang pengelompokan adopter dapat dilihat sebagai berikut :
1.            Innovators: Sekitar 2,5% individu yang pertama kali mengadopsi inovasi. Cirinya: petualang, berani mengambil resiko, mobile, cerdas, kemampuan nekonomi tinggi. Hubungan sosial mereka cenderung lebih erat dibanding kelompok sosial lainnya.
2.            Early Adopters (Perintis/Pelopor) : 13,5% yang menjadi para perintis dalam penerimaan inovasi. Cirinya : para teladan ( pemuka pendapat), orang yang dihormati, akses didalam tinggi. Kelompok ini lebih lokal dibanding kelompok inovator.
3.            Early Majority (pengikut dini ) : 34% yang menjadi pengikut awal. Cirinya : penuh pertimbang, interksi internal tinggi. Kategori pengadopsi seperti ini merupakan mereka yang tidak mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi sebuah inovasi.
4.            Late Majority ( Pengikut Akhir ) : 34% yang menjadi pengikut akhir dalam penerimaan inovasi.   Cirinya : skeptis, menerima karena pertimbangan ekonomi atau tekanan sosial, terlalu hati-hati. Kelompok ini lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah inovasi.
5.            Laggards ( Kelompok Kolot/Tradisional ) : 16% terakhir adalah kaum kolot/tradisional. Cirinya: tradisional, terisolasi, wawasan terbatas, bukan opinion leaders, sumbernya terbatas. Kelompok ini merupakan orang yang terakhir melakukan adopsi inovasi.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar